Arsip | Agustus, 2007

Reggae yang Tidak Harus Rasta

23 Agu

images56.jpg foto857.jpg

Di Indonesia, reggae hampir selalu diidentikkan dengan rasta. Padahal, reggae dan rasta sesungguhnya adalah dua hal yang berbeda. “Reggae adalah nama genre musik, sedangkan rasta atau singkatan dari rastafari adalah sebuah pilihan jalan hidup, way of life,” ujar Ras Muhamad (23), pemusik reggae yang sudah 12 tahun menekuni dunia reggae di New York dan penganut ajaran filosofi rasta.

Repotnya, di balik ingar-bingar dan kegembiraan yang dibawa reggae, ada stigma yang melekat pada para penggemar musik tersebut. Dan stigma tersebut turut melekat pada filosofi rasta itu sendiri. “Di sini, penggemar musik reggae, atau sering salah kaprah disebut rastafarian, diidentikkan dengan pengisap ganja dan bergaya hidup semaunya, tanpa tujuan,” ungkap Ras yang bernama asli Muhamad Egar ini.
Continue reading 

Tommee and The Neighbourhood Band

23 Agu

Having grown up in a jungle village called Bima in Indonesia, Tommee has spent more than 20 years playing music across Australia, North America and Asia with innumerable bands and artists including guest performances with Bob Brozman and Harry Manx. With the turn of the millennium Tommee began touring his own music and sharing his vibes initially with his band, ‘The Neighbourhood’, and now as a solo performer.

A master of string instruments (both indigenous and contemporary), Tommee’s songs bring together the sounds and spirits of many cultures from across the globe, particularly those of his Indonesian homeland. Fusing the sounds of the Kecapi (West Java), five Indonesian dialects, some inspirational English and virtuoso guitar that traverses reggae, blues and hints of latin and jazz, Tommee’s live shows are as musically rich as his spirit is warm.
To watch Tommee’s performance, check out this video…

Continue reading 

Mbah Surip dalam Musik

23 Agu

mbah-surip-1.jpg mbah-surip-2.jpg

“Hahaha… hohohoh…”

Demikianlah Mbah Surip biasa berkelakar… damai, sepertinya tak ada beban dalam hidupnya, everything is alright (jadi kayak lagu-nya Bob Marley nech boz). Rambutnya gimbal, umurnya sudah kepala 6 alias 60 tahun tapi jiwa-nya nampak seperi anak muda, melanglang buana, ekspresikan kebebasan ala seniman. Mantab bener…
Continue reading 

God Bless Manggung Lagi

22 Agu

godbless.jpg

Setelah hampir 10 tahun tidak menggelar konser tunggal, dan jalan ditempat alias adem ayem saja, kini kelompok musik rock legendaris God Bless kembali menemui penggemarnya lewat pertunjukan gratis di Parkir Timur Senayan, Jakarta, akhir pekan ini. Bertajuk ‘Menanti Kejujuran’, band yang kini digawangi Ahmad Albar (vokal), Ian Antono (gitar), Donny Fatah (bass), Abadi Soesman (keyboard), dan Yaya Muktio (drum) ini dijadwalkan bakal tampil selama lebih kurang 1,5 jam, mulai pukul 19.00 WIB.

Widih… jadi kebawa masa-masa tahun 80′an nech.. padahal gw belum lahir, tapi gw besar bersama lagu-lagu God Bless.. hohoho “lebih baik disini rumah kita sendiri” Ya iyalah mau kemana…??? kagak punya duit juga….
Continue reading 

Coklat Bikin Video Klip Bendera versi “Nasionalisme”

22 Agu

Ini nie kabar terbaru dari dunia musik tanah air dalam memeriahkan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-62. Coklat me-remake lagi video klip Bendera dengan versi terbaru, versi yang lebih Indonesia, versi yang lebih “nasionalisme”, versi yang lebih “heroik”. Dan kabarnya permintaan ini datang langsung dari SBY, dan kabarnya lagi, menurut pengakuan Ervin, drummer Coklat dikesempatan wawancara di salah satu infotainment di TV swasta, video klip ini memakan biaya besar. Berapa boz? Only God Knows (kayak lagu-nya Kid Rock nech..)

Video klip ini semuanya merupakan perintah penuh dari Presiden SBY, termasuk izin dengan memakai langsung Bandara Halim Perdanakusumah. Jadi, hal ini merupakan sebuah kebanggaan bagi Cokelat, karena masih tetap dipercaya penuh oleh pemerintah. Video-nya sendiri cukup seru.. apalagi ada scene-scene yang menunjukkan tentara keamanan Indonesia sedang bertugas di Lebanon, (ada anak-nya SBY juga boz.. suami-nya Annisa Pohan.. lupa gw namanya.. Mas Agus bukan??)

Kita Lihat aja Video-nya dibawah ini… monggo,,
Continue reading 

Tony Q, Dedengkot Musisi Reggae Indonesia

22 Agu

image326.jpg

kalau di Jamaika kita mengenal Bob Marley maka di Indonesia kita mengenal Tony Q. Ya Tony Q the legend of Indonesian Reggae Music. Dulu jaman (alm) Mas Imanez masih main lagu-lagu ballads Mas Tony udah mainin reggae. Lahir dengan nama Tony Waluyo, Tony hijrah ke Jakarta, bekerja pada PT Singapur-Cakung, sebagai buruh bagian quality control, sebuah pabrik kaleng. Merasa tertekan melihat mesin absensi, ia pindah kerja pada sebuah perusahaan yang bergerak di bidang desain periklanan di Sunter. Suatu kali, ia meminta ijin pada sang bos untuk diperkenankan kuliah seni rupa di Institut Kesenian Jakarta. Tapi si bos tak memberi ijin, justru memberinya setumpuk pekerjaan di percetakan, dan akhirnya Tony keluar dari pekerjaan.

Sampai kemudian Tony berlabuh di Pasar Kaget Blok-M, hidup secara bohemian dengan mengamen. Ia merasa senang, bebas dan nyaman. “Orangtua saya begitu prihatin mendengar cerita orang-orang bahwa saya ngamen… Padahal saya bahagia dengan cara hidup seperti itu. Banyak teman, makan-tidur-ngamen… hari-hari yang bebas. Ngitung duit jam empat pagi di Hoya. Dapat uang beli senar gitar atau beli buku dan alat-alat lukis,” tutur Tony Q. yang pada masa itu banyak belajar dari musisi jalanan, Anto Baret dan lingkar pergaulan seniman Bulungan. Baginya, rasa was-was orangtua adalah wajar, justru mendorongnya untuk lebih berprestasi.
Continue reading 

Pasukan Lima Jari

21 Agu

Ini band pertama kali gw lihat pas ikut jam session di acara Reggae Night yang diselenggarakan oleh BB’s Cafe setiap malam kamis dan malam sabtu. Pertama rada bingung nie siapa??? Maklum gw adalah new comers bagi komunitas reggae. Dan setelah mas Tony Q manggil mereka untuk naik panggung, gw baru tahu kalau nama-nya Pasukan Lima Jari. begitu naik panggung mereka langung geber lagu-lagu Uncle Marley, lagu pertama “I don’t wanna wait in vain” yang diaransemen ulang terus diterusin dengan “Jamming”, “One Drop”.
Continue reading 

Paris Van Java – Tony Q Rastafara

21 Agu

Sebuah lagu dari Tony Q and New Rastafara berjudul “Paris Van Java”. Sungguh luar biasa, Tony Q meng-akulturasi budaya reggae Jamica dengan budaya local Indonesia yang kemudian lebih pas kalau disebut sebagai reggae Indonesia. Musik dan lirik lagu yang sangat Indonesia; dalam hal ini musik dan bahasa Sunda.
Simak video klip berikut… monggo,,
Continue reading 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 30 pengikut lainnya.